Curug Gendang – Carita (2 September 2007)

Posted: September 5, 2007 in Banten, jawa
Tags: , ,

Ini adalah destinasi kami yang ketiga setelah Krakatau dan Lagun Cabe.

Kami dengan ngotot tetap ingin pergi dari pantai ini dan berkemah di Curug Gendang, tapi menurut Pak Saeful dengan barang bawaan kami yang segambreng (terutama perlengkapan makanan nya Oom Ridwan) kami tidak mungkin bisa trekking gelap-gelapan melewati jalan setapak di hutan menuju curug yang jarak tempuhnya kira-kira 1 jam dari pos jagawana (jarak pos itu sendiri dari sini kira-kira 1 jam jalan kaki).

Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa angkot dari sini hingga Pos, mendirikan tenda di sana, dan besok pagi baru trekking ke Curug. Snorkell gear, kami titip di rumah salah satu temannya Pak Samsul.

Lamanya juga kami menunggu angkot carteran yang katanya milik temannya Pak Samsul. Kami duduk-duduk di pinggir jalan di depan pantai Carita. Sesekali angkot-angkot yang lewat, berhenti di depan kami dan supirnya menanyakan tujuan kami. Ada juga ibu-ibu yang biasa berdagang di pantai yang menyengka kami belum dapat kamar untuk menginap dan mau mencarikan kami tempat penginapan. Akhirnya Pak Samsul mencegat salah satu angkot yang lewat, yang rupanya supirnya dia kenal, dan kami pun meneruskan kembali perjalanan kami.

Sesampainya di Pos, kami sangat lega karena ternyata di sana sepi dan ada air tawar serta semacam MCK yang bisa digunakan untuk kencing dan cuci muka, tapi ngga bisa buat BAB. Di pelataran Pos Jaga yang cukup lebar, kami pun mendirikan tenda. Ridwan Sang Chef mulai menggelar peralatan tempurnya dan memasakkan kami makan malam. Pak Samsul dan Mas Ocid mencari kayu bakar dan api unggun. Darwin dan Mamad mendirikan tenda. Yang lain menggelar lembaran plastik untuk alas duduk dan membongkar matras serta sleeping bag. Begitu api unggun menyala, kami pun sibuk bakar-bakar, ada yang bakar sosis, bakar otak-otak yang tadi dibeli di Pantai Carita, dan ada juga yang bakar ikan hasil memancing dan menombak tadi. Makan malampun siap digelar dan di santap beramai-ramai. Wah seru sekali acara mengerubuti ikan bakar…..

Seusai makan sampai kenyang, kami yang sudah kelelahan mengatur posisi tidur. Para cewek tidur di dalam tenda dan ber-sleeping bag. Sedangkan para cowok tidur di luar, ada yang ber-sleeping bag karena memang bawa, ada yang cuma berjaket, berkaus kaki, berkupluk, dan bercelana panjang, tapi yang ngga bawa apa-apa seperti Oom Ridwan, harus bergemeletuk menahan dingin dengan hanya bersarung, untung lemaknya banyak…. he…he….

Pagi-pagi, selagi bongkar tenda, kami dikejutkan dengan kedatangan se-pick up muda-mudi yang akan berangkat ke curug. Mereka mampir dulu di Pos ini, mencuci muka, kencing, dan ber-ha-ha-hi-hi dengan bahasa campuran Indonesia gaul dan bahasa lokal yang Sunda bukan Jawa juga bukan. Dan tentu saja mereka menonton kami yang sedang memasak dan berbenah. Tak lama kemudian, Petugas Jagawana datang. Rupanya dia menginap di curug, karena katanya ada beberapa kelompok anak muda yang sedang berkemah di sana.

Setelah sarapan bersama-sama dengan petugas Jagawana, kami memulai trekking pagi menuju curug. Barang-barang kami titipkan di Pos dan kami hanya membawa air minum, makanan, dan barang-barang lain yang dianggap diperlukan di curug sana, seperti baju ganti.

Jalur treking awalnya adalah lanjutan jalan beraspal tipis, kemudian di lanjutkan dengan jalan tanah yang agak lebar, selanjutnya adalah jalan setapak berbatu dipinggir tebing yang rimbun dengan pepohonan. Suara gemuruh sungai lamat-lamat mulai terdengar ditingkahi suara-suara burung, dan binatang jangkrik hutan. Jalur trekkingnya teduh dan tidak terlalu naik turun, hanya harus hati-hati jangan sampai terpeleset ke sisi kiri, bisa-bisa mengglundung hingga ke sungai kalau tidak nyangkut di akar-akar pohon.

Selang beberapa lama, kami pun sampai di curug. Sungainya jernih dan tidak terlalu besar. Airnya juga tidak banyak. Air terjunnya lumayan tinggi, airnya mengalir deras ke ceruk di bawah nya yang dikelilingi tebing-tebing batu hingga membentuk lingkaran yang terbelah oleh aliran air sungai. Di situ juga ada warung, dan ada toilet umum. Jadi tidak usah khawatir dengan makanan dan minuman.

Anak-anak muda yang sedang berkemah langsung beraksi meloncat dari atas tebing, searah dengan luncuran air terjun, dan langsung nyebur ke dalam ceruk di bawahnya. Hiyyy…..4 meter ada kali ya tingginya, mungkin kalo melompat, jantung langsung copot duluan sebelum badan nyebur ke air… Diantara kami t
idak ada yang berani meloncat, jadi kami hanya bermandi-mandi ria di sungai yang dibuat seperti kolam karena airnya dibendung. Ahhhh…..dingin…. segarrrrr……banget airnya.

Cukup lama juga kami bermain air dan bernarsis ria di depan si Oly. Om Ridwan sang Diver menularkan ilmu duck dive-nya kepada para bocah laut yang dengan antusias mencoba berjungkir balik di air sampai cuma tinggal kakinya doang yang melambai-lambai di atas. Acara bermain air diselingi dengan acara memasak kentang goreng dan sosis goreng di pinggir sungai, yang panas-panas langsung diserbu. Makannya dicolekkan ke dalam sambal dicampur mayonaise… hmmmm….. enaknyaaaa…. jadi laper nih kebayang lagi enaknya…. Minumnya ada yang pesen kopi pahit ke warung, ada yang bikin wedang jahe, ada yang nyeduh ovaltin™ dan energen™, dan ada juga yang beli coca cola ™ dan fanta™ yang dari tadi derndam dulu dalam air sungai supaya adem walahhh…… segereeee… lengkaplah sudahhh…..

Belum puas main air sungai yang suejukkkkk….sehabis makan kami pun nyebur lagi. Kali ini gilirannya mandi sama-sama, bermodalkan sabun batangan lifebuoy™ dan shampoo sachet pentene™, kami pun asyik bermandi-mandi ria. Matahari yang tandinya hilang timbul, sekarang bersinar terang, jadi membikin suasana hangat, dan badan tidak terlalu menggigil lagi.

Sudah hampir jam 1 siang, yukk…yukkk….udahan yukkkk…. dan tepat pada saat kami naik dari sungai, datanglah serombongan muda-mudi yang langsung mengambil alih sungai, dan beratraksi meloncat dari tebing. Sementara kami mengganti baju, dan bersiap-siap untuk pulang.

Di perjalanan pulang, sendal jepitnya Oom Ridwan rupanya sudah tidak tahan lagi diinjak-injak sang beruang terus-menerus, hingga mengantarkannya mendaki krakatau yang pasirnya panas membara dan merambah jalur trekking berbatu menuju curug ini, akhirnya sang sendal pun putus, dan dibuang begitu saja oleh si pemilik. Kasihan sang sendal…, dan kasihan pula sang pemilik yang harus nyeker jalan kaki melewati medan berbatu-batu, sampai jingkrak-jingkrak kaya lagi berjoget dangdut ..ha…ha… lucu banget ada beruang jogettt….

Sesampainya di Pos, angkot yang kami carter semalam dan akan kami carter lagi hari ini, ternyata sudah menunggu. Kami segera bergegas packing lagi dan berpamitan pada petugas jaga. Dan berangkat menuju Cilegon lagi. Di Carita kami mampir di rumah temennya Pak Samsul untuk ambil snorkell gear yang kami titip kemaren, sekaligus ber-say good bye kepada Pak Samsul dkk. Kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Sesampainya di jalan raya Anyer, jalanan macet dan puanaaasss… yahhhh.. beginilah kondisi kalo hari libur di jalan Anyer ini, penuh dengan wisatawan.

Menjelang jam 3, kami sampai di rumah Ridwan kembali. Langsung menyerbu bakso ikan yang kebetulan lagi nongkrong di situ. Hhhh…..enak banget, otak lagi kriting kepanasan, dikasih makanan pedas…langsung cling!!! Segar… apalagi disediain es teh manis…wuahhhh….asoyyyy.

Kami tidak lama-lama beristirahat di rumahnya Ridwan. Kami segera berangkat lagi menuju rumah masing-masing. Di dekat Toserba Ramayana kami pun berpisah. Gw naik bus menuju Bogor yang kebetulan saat itu lewat, sedangkan Darwin, Mamad, Dini, dan Emyl naik bis Jakarta. Mas Ocid sudah lebih dulu pisah karena mau ke Subang katanya, ke rumah neneknya.

Oke deh kawan-kawan… terima kasih banyak atas semuanya yaaa…. seru banget triping nya… sehabis lebaran kita keluyuran lagi entah kemana…. (mungkin kembali ke Krakatau, kan puncaknya belum terinjak…he…he….penasaran tetep).

C u on d next trip……..

———————oooooooooooooooooo—————————-

Thanks to: Pak Samsul dan rekan-rekannya, Oom Ridwan dan keluarganya, para bocah laut (Darwin, Mamad, Dini dan Emyl)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s