Lagun Cabe – Krakatau (01 September 2007)

Posted: September 5, 2007 in Lampung, sumatra
Tags: , , ,

Setelah puas trekking di Krakatau, kini giliran acara snorkling. Spot yang disarankan Pak Samsul adakah Lagun Cabe. Lagun Cabe ini merupakan salah satu spot snorkell di sekitar Krakatau ini, letaknya di dekat pulau yang ada di samping Pulau Rakata, hanya beberapa menit perjalanan ber-speed boat dari Anak Gunung Krakatau.

Begitu sampai di Lagun Cabe, para bocah laut yang sudah tidak sabar, langsung menceburkan diri ke laut, lengkap dengan snorkell gear-nya masing-masing, masih baru-baru lhooo…. label harganya pun belum dicopot!!! Sedangkan gw, memutuskan untuk tiduran sebentar di perahu, enak banget dikipasi angin laut dan dinina bobok oleh ayunan perahu di atas ombak….. Sementara sang Chef Oom Ridwan sibuk memasak udang tepung goreng dan terong tepung goreng. Para awak perahu ada yang memancing dari atas perahu dan ada pula yang nyebur bersnorkell untuk menembak ikan. Lumayan…., mereka memperoleh beberapa ekor ikan yang cantik-cantik corak warnanya, duh sayang sekali…..

Si Oly amphibi gw, langsung jadi primadona, yang tujuannya buat moto ikan-ikan dan terumbu karang malah dipake buat narsis di dalam laut (seperti biasanyaaaa……). Penasaran dengan keadaan alam bawah laut yang dari teriakan-teriakan para bocah laut ikan dan terumbu karangnya bagus-bagus, gw pun menceburkan diri bergabung dengan mereka.

Dan benar saja, ikannya banyak beraneka ragam dan berwarna warni, si Nimo dan annemonnya juga ada, dan membuat Ocid sang bocah Postpone tertantang untuk menangkapnya, ehh…tapi malah tersengat sampai tanggannya kembung merah dan gatel-gatel. Arusnya cukup deras, mengombang ambing kami sampai suatu ketika terbawa ke tempat yang terlalu dangkal dan banyak terumbu karangnya, alhasil lutut, paha, dan betis baret-baret tersayat tajamnya karang, lumayan perih…. Yahhhh…itulah akibatnya kalo saltum waktu snorkell…ngga pakai wet suit dan sarung tangan, rasain sendiri dehhh….

Setelah puas ber-snorkell dan batere si Oly pun dah habis, dan perut sudah keroncongan, gw naik lagi ke perahu, ternyata di permukaan laut yang agak dalam dekat perahu, banyak sekali udang-udang halus berenang-renang, dan nakal juga nih udang kecil menyengat kulit tangan dan kaki yang langsung jadi merah-merah dan gatel.

Wahhh….wangi udang goreng tepung langsung menyambut hidung gw begitu naik ke perahu. Dan kami pun, sambil masih basah kuyup, langsung menggasak jatah makan siang kami. Sebagai makanan penutup, dihidangkanlah puding….hmmmm…..maknyossss…..adem diperut enak di mulut…. terima kasih ya Chef Ridwaaaannnn…..

Setelah makan siang dan beristirahat sebentar menurunkan makanan di perut, acara snorkell di lanjutkan lagi sampai kira-kira jam 3 sore. Selanjutnya kami berperahu lagi kembali ke Pantai Carita.

Di perjalanan pulang ini, kami harus melawan arus, dan ombaknya semakin besar. Tidak beberapa lama, seisi perahu sudah basah kuyup terciprat pecahan ombak. Terpal pelindung di samping kanan kapal pun di turunkan untuk sedikit melindungi kami dari cipratan ombak. Speed boat kami terlompat-lompat menerjang ombak yang semakin ke tengah semakin besar, teman-teman yang duduk di bagian depan berteriak-teriak setiap kali kapal menerjang ombak besar dan air laut langsung mengguyur mereka.

Sementara gw yang udah ganti baju, duduk di belakang, berusaha melindungi diri dari cipratan air laut dengan cara menyelubungi diri pake kain sarung. Sewaktu terpal terpasang di samping kapal, cara ini berhasil, tapi sewaktu terpalnya robek ngga kuat menahan hempasan ombak, selubung sarung pun jadi sia-sia karena air laut muncrat seperti hujan besar mengguyur ke dalam kapal. Akhirnya terpontang-panting gw pindah ke bagian dalam hidung kapal tempat semua tas di simpan dan aman dari cipratan ombak. Sisa perjalananpun di lewatkan dengan meringkuk seperti kucing diantara tas-tas di dalam hidung perahu, sambil ditertawakan seluruh teman-teman. Ha..ha…biarin deh kaya kucing, asal ga masuk angin!!!!

Sewaktu meringkuk di dalam hidung kapal, rasanya seperti di dalam truk yang melaju kencang di jalanan berbatu, bunyi jedak jeduk sewaktu dinding kapal menghantam ombak hingga terangkat melambung, persis kaya ban dan as roda truk yang menggilas batu gede dengan kecepatan tinggi.

Ngga lama, kapten kapal berteriak bahwa kita sudah sampai. Dan sewaktu keluar dari dalam hidung kapal dan melihat ke depan, ternyata waaaa…….benar saja kita sudah sampai di pantai Carita yang saat itu sedang penuh dengan wisatawan yang sedang menunggu sunset, orang-orang bertebaran dari ujung ke ujung. Yahhhh…..kok banyak orang begini???? Kami yang terbiasa dengan pantai yang lengang tanpa penghuni, kecewa berat dengan keadaan pantai ini. Setelah berdebat dengan Pak Samsul yang menyerankan kami untuk mendirikan tenda di pantai ini, akhirnya kami sepakat untuk trekking menuju Curug Gendang dan berkemah di sana.

Sambil menunggu Pak Samsul yang pulang dulu ke rumahnya, kami bergantian mandi di kamar mandi umum yang tersedia di situ. Busyett…airnya enak banget, bak mandinya panjang sambung menyambung dari kamar mandi satu ke yang lainnya, cuma diberi dinding pemisah kamar mandi. Jadi kami bisa mandi sambil mengobrol dan saling meminjam sabun, tanpa melihat teman kami yang juga sedang mandi telenji…hi…hi…seru….air bak mandinya jernih banget….jadi pengen nyebur dan berenang dari ujung ke ujung…..

Seusai mandi, kami berleha-leha di pantai menikmati sunset sambil direcoki para pedagang asongan dan tukang pijet serta tukang tatoo. Dan tentu saja ber-narsis-narsis lagi, dengan berbagai gaya.

To Be Continue with d story at Curug Gendang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s