17 Nov 2007 : Pantai Sindangkerta

Posted: November 19, 2007 in jawa, Jawa Barat
Tags: , , , ,

ini adalah lanjutan catper galunggung ———>

Jam 11, angkot yg kami sewa dari Singaparna dan akan kami mengantarkan kami ke terminal Tasik, telah menunggu di depan pos retribusi Galunggung. 20 menit kemudian kami telah sampai di terminal Tasik yg berada di daerah Indihiang.

Kembali kami harus bernegosiasi dengan supir angkutan, kali ini dg supir elf jurusan cipatujah. Setelah bersepakat harga, sekitar jam 1 siang kami berangkat menuju Cipatujah , semakin ke luar kota jalanan semakin berliku-liku, melewati perkebunan karet , kebun salak, juga melewati beberapa situs bersejarah yg dikeramatkan, seperti Makam Waliyulloh Syech Abdul Muchyi.

Sekitar jam 3 sore kami telah sampai di Wisma Mutiara Sari (milik Pemda Kab. Tasik) di daerah Sindangkerta tepat dibibir pantai , yg hari kamis lalu telah kami booking, namun o… o… ternyata Pak Isak pengelola wisma lupa bahwa semua semua kamar telah dibooking oleh Pemda Tasik untuk pelatihan selama 2 pekan, kami pun dialihkan ke Wisma APL yg letaknya tidak jauh dari Wisma Mutiara Sari dan sangat dekat dengan bibir pantai.

Setelah bersepakat harga, kamipun memilih 2 kamar ditingkat 2, dan segera menyimpan barang2 kami, berganti celana pendek dan bersendal jepit , tak lupa membawa kamera…., kami semua berhamburan menuju pantai. Horeeeee….pantaiiii…lauuuuttt…yuhuuuu… ombaknya gede meeeen….

Pantai di depan penginapan kami merupakan pantai berkarang2 dan sedang sedikit surut. Karang2nya ditutupi agar-agar laut berwarna hijau cerah. Kubangan2 air laut yg terperangkap diantara karang menjadi aquarium alam berisi ikan2 kecil, rumput laut, si kaki lima, siput2, kerang2 dan kamiiii… yg tidak tahan lagi untuk nyebuur…, membuat ikan2 langsung mabuur ngumpet di lubang-lubang karang😀

Kami semua asyik berkecibang kecibung, berpindah dari satu kubangan ke kubangan lainnya lagi. Di kubangan yg lebih besar, airnya cukup dalam sampai ke hidung, berwarna hijau jernih, seperti di kolam renang, enak untuk diceburi sambil melompat.

Tak terasa hari sudah menjelang sunset , badan kurus kering gw sudah mengggil kedinginan sejak tadi dan batere si oly sudah minta ganti lagi, padahal ini adalah batere yang ke-2 dari 3 batere yg gw punya, dan ga bawa charger….. waaa…. musti berhemat nih…. padahal lom dapet futu ikan… Sambil menunggu sunset, gw mandi dulu, lumayan airnya ngga terlalu payau seperti di Pulau Untung Jawa. Dan.., hampir saja sunset indah terlewatkan gara-gara keasyikan mandi. Tapi masih dapat koq…, walaupun agak terhalang awan-awan.

Malamnya kami berkumpul di serambi, menunggu makan malam yang sore tadi kami pesan. Lama juga kami menunggu, semua snack sudah habis saking kelaperannya. Akhirnya setelah 2 kali ditelepon, makan malam kami pun tiba, menunya nasi putih + ikan bakar + bumbu kecap + tumis kangkung + lalapan + sambel. Semuanya langsung diserbu begitu datang. Wuaaahhhh…. ikan bakarnya muantaaappp… men!!!

Seusai makan malam kami berangkat menuju Wisma Mutiara Hati guna menemui Pak Isak yang akan mempertemukan kami dengan petugas penangkaran penyu. Kemudian kami berduyun-duyun menyusuri bibir pantai berbekalkan lampu senter masing-masing. Di langit malam yang gulita, tampak bulan sabit dan beberapa bintang. Sinar bulan sabit sebenarnya cukup untuk menerangi pantai yang akan kami lalui, cuma tidak begitu jelas.

Laut sedang surut, deburan ombaknya yang tiada henti menemani langkah kami yang berjalan terseok-seok di pasir. Rasanya lama sekali kami berjalan, kaki masih pegal akibat trekking di Galunggung terasa semakin pegal saja dan sakit terkena karang tajam. Beberapa kali kami harus menyebrangi aliran sungai kecil yang bermuara ke laut. Tapi tampaknya belum ada tanda-tanda daerah berpasir halus kesukaan para penyu, yang kami lewati adalah pantai berkarang.

Pertanyaan keramat pun tak tahan lagi dilontarkan “Pak, berapa lama lagi Pak?? Masih jauh ya Pak…???? Berapa kilo lagi sih Pak..???? Tadi kita sudah berjalan berapa kilometer Pak..???” He..he… pertanyaan2 keramat itu bertubi-tubi diluncurkan oleh 12 mulut orang kota kecapean yang sudah hampir putus asa.

Ternyata kami sudah berjalan sejauh 2 km, dan sudah hampir sampai di daerah konservasi penyu. Tidak berapa lama kami bertemu dengan pemancing ikan yang sedang duduk sendirian di tepi pantai dan tidak sedang memegang gagang kail. Rupanya, memang tidak bergagang, kailnya cuma berupa tali kenur sangat panjang yang menjulur dari tempatnya duduk hingga ke lautan. Lucunya tali kailnya di lewatkan ke sebuah tiang kayu setinggi kepala dan pangkal tali pancingnya ditindihi bilah pelepah daun kelapa. Katanya kalau dapat ikan besar, tiangnya akan roboh karena talinya tertarik ikan dan pelepah daun kelapanya akan terlempar, sehingga akan membangunkan si pemancing bila dia ketiduran.

Rupanya kami sudah sampai di daerah penangkaran penyu. Kami duduk-duduk cukup lama sambil mengobrol dan berfoto-foto, tapi belum ada tanda-tanda adanya penyu yang mendekat. Kata petugasnya mungkin kami harus menunggu hingga jam 2 malam, sebab biasanya di jam-jam tersebutlah sang ibu penyu muncul. Waaaa….. ternyata kami tidak seberuntung seperti waktu di Ujung Genteng beberapa minggu lalu. Saat itu kami sudah bisa menyaksikan penyu bertelur pada jam 9 malam!!!

Ya sudah…, kamipun menyerah dan kembali ke penginapan. Kali ini tidak melewati pantai, melainkan melewati jalan desa yang beraspal. Di perjalanan, kami yang kehausan dan kelaparan lagi…, mampir di penjual semangka. Katanya ini semangka dari Indramayu dan rasanya manis, tapi ternyata rasanya tidak manis….waaa…padahal kami beli 2 buah. Terpaksalah kami gotong ke penginapan itu si buah semangka yang belum habis.

Sesampainya kembali di penginapan, kami pun langsung tepar…, yang perempuan dibagi di 2 kamar masing-masing 5 orang, 3 orang tidur di kasur dan yang lain di lantai bambu bersleeping bag. Sedangkan yang cowok, yaitu Om Endro dan Om Obby tidur di sofa yang ada di serambi.

————> to be continue…. to Pantai Cipatujah & Pantai Karangtawulan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s