18 Nov 2007: Pantai Cipatujah dan Pantai Karangtawulan

Posted: November 19, 2007 in jawa, Jawa Barat
Tags: , , , ,

ini adalah bagian ketiga dari trilogi catper tasik ——–

Hari minggu yg cerah ini rencananya kami akan pergi ke Pantai Cipatujah (kira-kira 10 menit bermobil ke arah barat) dan ke Pantai Karangtawulan (kira-kira 1 jam bermobil ke arah timur), selanjutnya kami akan pulang kembali ke Jakarta. Jadi pagi-pagi kami sudah sibuk packing kembali, karena menurut perjanjian via hp dengan supir elf yang mengantarkan kami kemarin, kami akan dijemput jam setengah delapan pagi.

Jam 7 pagi semua barang bawaan kami telah dikumpulkan di serambi bawah. Sementara menunggu jemputan, kami kembali ke pantai berfoto-foto ria tentu saja. Lautnya sedang surut, sehingga yang terlihat adalah hamparan hijau rumput laut. Sudah jam 8, tapi elf kami belum datang juga, sementara kami sudah kehabisan gaya.

Tak lama elf datang menderu-deru memasuki pekarangan penginapan dengan terburu-buru, seperti banteng hijau yang lari mengejar sang matador, dan langsung disambut sorakan “HUUUUUUU……” dari kami semua. Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, kami semua pun memulai perjalanan kami hari ini.

Tak berapa lama bermobil, kami telah sampai di Pantai Cipatujah. Pantainya biasa-biasa saja, ada tulisan peringatan DILARANG BERENANG DI PANTAI, jadi kalo tidak boleh berenang….. mau ngapain ya??? Jajan di warung2 yang berderet-deret itu kah ??? Main ayunan??? Main perosotan??? Berfoto pun tidak ada obyek menarik untuk difoto. Kami pun bingung. Yahhh… daripada binun-binun kita sarapan aja yukkk…. sebagian sarapan mie instant rebus, sebagian lagi makan bakso, yang lainnya nyari nasi.

Rupanya Pantai Cipatujah ini masih dalam tahap perbaikan seusai terhantam tsunami. Tapi bingung juga dengan apa yang akan dijagokan dari pantai ini. Hmmm….kira-kira apa ya???

Kami tidak lama berada di pantai ini, setelah membeli nasi bungkus untuk makan siang karena katanya di Pantai Karangtawulan tidak ada warung makan, kami pun bermobil kembali ke arah timur, melewati penginapan kami dan mampir lagi sebentar karena ternyata belum semua barang kami masuk mobil, masih ada 2 matras yang ketinggalan.

Perjalanan kali ini cukup lama, kira-kira 1 jam, melewati tempat penangkaran penyu yang semalam kami kunjungi tanpa hasil, melewati Pantai Pamayangsari tempat para nelayan menambatkan perahu mereka dan ada TPI-nya (tempat pelelangan ikan), kemudian juga melewati pelabuhan alias dermaga baru yang sedang di bangun.

Jalan aspalnya kecil tapi cukup baik kondisinya. Sesekali kami berpapasan dengan bis kecil jurusan Tasik-Cikalong atau dengan sesama elf. Kami juga melewati 2 jembatan besi yang cukup panjang, salah satunya yang membentang di atas sungai lebar berair hijau yaitu sungai Cimedang, ditepiannya tertambat beberapa perahu kecil, persis seperti di Green Canyon – Cijulang – Ciamis.

Memasuki Kecamatan Cikalong, kami banyak menjumpai penjual opak bakar, rupanya di sini adalah sentra pengrajin opak bakar. Jadi ingat di daerah Parigi – Cijulang, opaknya enak dan renyah, kalo sudah mencoba 1 tidak akan bisa berhenti sampai 1 kaleng biskuit KhongGuan yang persegi itu habis. Mungkin opak sini juga sama enaknya kali yaa….???

Akhirnya kami sampai di tujuan kami, yaitu pantai Karangtawulan. Sekilas suasananya seperti di Pantai Batu Hiu – Pangandaran. Warung-warung, mushola, tempat parkir, toilet, gazebo tempat duduk-duduk sambil memandang ke lautan biru di bawah sana, dan menara pandang, semuanya tersedia di sini dan tampak cukup terawat baik. Hanya ada beberapa bagian tangga beton yang hancur, mungkin abrasi atau longsor atau terkena tsunami waktu itu. Pemandangan ke laut lepas yang biru membentang adalah andalan pantai ini.

Karang karangnya yang tajam dan terjal setiap saat dihempas hantaman gelombang laut selatan yang terkenal ganas. Nun jauh di sana ada pulau kecil dan di sebelah timur juga ada pulau kecil lainnya yang disebut Pulau Manuk, dinamakan demikian karena sering dipakai sebagai tempat persinggahan berbagai jenis burung (burung = manuk dalam bahasa Sunda).

Kami pun menjelajahi karang-karang yang bertebaran dimana-mana. Bergidik ngeri setiap kali melihat ombak besar menghantam karang di bawah kami sampai buihnya muncrat tinggi. Indah tapi mengerikan. Matahari yang cerah di langit biru sana, memanggang kulit kami yang sibuk berfoto. Tapi begitu sampai ditempat teduh dan angin laut yang sejuk berhembus dari sela-sela pohon pandan duri, ahhhh….. nikmatnyaaa…. tak bisa diuraikan dengan kata-kata…, jadi ingin membuka semua pakaian yang terasa panas dan lengket, dan kalo bisa mencopot rambut biar kulit kepala yang panas jadi adem seketika……… tapi…… mana mungkiiiiinnnn….

Kami melahap makan siang kami di gazebo, menunya nasi putih – udang goreng bumbu cabe – goreng ikan kecil-kecil yang kering dan gurih – sambel goreng – lalapan… wuahhhh….. nikmaaatt…banget walaupun 1 bungkus nasi dicomot beberapa tangan…he…he…

Kalo melihat sunset di sini, pasti akan sangat luar biasa. Tapi sayang, kami tidak bisa, karena beberapa teman yang harus masuk pagi di hari Senin, meminta kami pulang ke Jakarta nya tidak terlalu malam. Jadi jam 1 siang kami sudah bermobil kembali ke arah Tasik. Kali ini melewati rute yang berbeda. Tapi tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kondisi selama perjalanan selain jalanan yang berkelok-kelok, karena kami semua tertidur kelelahan dan kekenyangan.

Jam 3:30 sore kami sudah sampai kembali di Terminal Indihiang – Tasik. Dan jam 4:10 kami sudah di bis jurusan Tasik – Lebak Bulus. Dan seperti biasanya menguasai bis dengan segala macam tawa canda dan gaya ketika berfoto, kasihan sekali penumpang lain yang ada di bis kami… hi..hi….😀

—–oooooOOOooooo—–

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s