Pantai Maluk yang sedang setenang Kolam Renang

Posted: June 5, 2011 in Bali-Lombok-Sumbawa
Tags: , , ,

Catatan Pengembaraan Sumbawa – Sumba Check Point 1 : 

Pantai Maluk yang saya bayangkan adalah pantai dengan ombaknya yang bergelora, karena pantai ini merupakan salah satu spot berselancar di Pulau Sumbawa.  Makanya saya begitu takjub dengan ketenangannya di sore hari yang mendung ini.  Ombaknya betul-betul tidak ada.  Anak-anak kecil setempat tampak asyik bermain air tanpa rasa takut terbawa arus ombak.  Ada pula yang sedang asyik bersnorkle (mungkin pendatang seperti saya).  Penduduk lainnya asyik memancing.  Tapi masih ada saja yang coba-coba mencari ombak sambil membawa body boardnya, tapi tentu saja tanpa hasil.

Entah lari kemana ombak-ombak yang biasanya menggelora itu sore ini.  Mungkin saling berkumpul di pusat badai nun jauh di samudra sana, yang dinaungi langit ber-awan badai hitam pekat.  Rintik hujan tadi sempat mewarnai senja kelabu tapi lalu awan-awan badai itu menyibak, memberi kesempatan kepada sang matahari senja untuk menerangi bukit-bukit hijau yang membentengi Pantai Maluk, membuatnya seperti berwarna keemasan.  Dan keajaiban lain muncul dibelakang saya, ada pelangi setengah lingkaran menghiasi langit Kota Maluk.

Ini adalah hari ke-2 saya di Pulau Sumbawa.  Hari pertama saya habiskan disekitar kota Sumbawa dengan diantar oleh seorang kawan.  Sempat pergi mencari Desa Pemenang untuk menonton acara barapan kebo yang terkenal itu.  Juga sempat mencari pelabuhan penyebrangan ke Pulau Moyo, yang ternyata susah juga dicarinya (terutama oleh pendatang seperti kami ini).  Tak lupa juga mencicipi kuliner khas Sumbawa : ikan singang yang gurih kuahnya dan kangkung pelecing yang aduhai pedasnya.  Tadinya saya juga ingin bertualang di tempat penambangan emas liar yang baru-baru ini ditemukan dan telah menarik banyak pemburu emas dari seantero negri.  Para pemburu emas itu telah membuat penginapan dan hotel-hotel di Sumbawa selalu full-booked akhir-akhir ini.  Ada banyak cerita romantika kejayaan dan kekejaman yang menyertai perburuan emas liar ini.  Seperti dalam cerita “Winetou” karya Dr. Karl May yang termashur itu.

Sepertinya saya telah salah menentukan itinerary dan tidak seharusnya saya menolak kebaikan yang disodorkan oleh Saeful, penduduk Kota Taliwang yang saya temui di Bis Denpasar – Dompu yang sama-sama kami tumpangi.  Sebenarnya dia dan kakak perempuannya sudah menawari saya untuk sama-sama turun di Mataram, mampir ke rumah sang kakak dahulu, baru kemudian berangkat ke rumah orangtua mereka di Kota Taliwang (Sumbawa Barat).  Tapi karena saya sayang dengan ongkos tujuan Sumbawa Besar yang sudah terlanjur saya bayar dan tidak enak hati dengan teman yang akan saya temui di sana, maka saya terpaksa harus menolak kebaikan hati mereka.  Alhasil saya seperti hilir mudik ke barat ke timur jadinya, dan jadi double pengeluaran.

Saya terpaksa menginap semalam di Maluk karena masalah transportasi.  Mungkin saya masih terbawa suasana tanah Jawa, dimana sarana angkutan umum banyak tersedia dan murah, padahal sudah sering sekali saya melakukan perjalanan ke pelosok-pelosok yang susah angkutan umum (bahkan di tanah Jawa sekalipun).  Dan ternyata, angkutan umum ke Pantai Maluk ini hanya 2 kali sehari, pagi dan siang.  Itupun bukan dari Sumbawa Besar melainkan dari Kota Taliwang, Ibukota Kabupaten Baru : Sumbawa Barat.   Dari Sumbawa Besar ke Taliwang sendiri ada 3 kali angkutan per hari.  Saya naik yang kedua, berangkat jam 8 pagi.

Saat melewati Pelabuhan Poto Tano, saya tercengang dengan lansekap yang menakjubkan, maklum tadi malam saya melewatinya jam 2 pagi jadi tidak terlihat apa-apa.  Bukit-bukit kecil yang menghiasi bagian barat Poto Tano ini begitu menggoda untuk didaki.  Bisa dibayangkan keindahan lanskap yang terhampar saat sang surya mulai muncul di awal hari.  Selewatnya Poto Tano, jalanan mulai meliuk-liuk melipir bukit yang membentengi Taliwang dan sekitarnya dari Selat Lombok.

Kota Taliwang sendiri, hmmm… udaranya panas dan lembab karena sepertinya udara dari laut terhalangi bukit-bukit itu sehingga tidak bisa sampai ke kota.  Kota ini memang baru dibangun.  Kompleks terminal sekaligus pertokoan nya tampak lengang dan gersang, hanya 1 atau 2 toko saja yang buka.  Saya berganti kendaraan disini, dari bis kecil berganti ke elf pengap.  Semakin ke luar kota , jalanan semakin berliku, pemukiman penduduk semakin jarang,  bahkan melewati bibir jurang di tepi hutan yang cukup lebat.

Gerbang masuk ke Kota kecil Maluk, ditandai dengan Pelabuhan milik PT Newmont.  Ya, kota ini memang berkembang karena adanya PT Newmont ini.  Dijadikan sebagai tempat tinggal sementara bagi para karyawan pendatang, dan dijadikan kota tempat dibangunnya kantor-kantor perwakilan dari perusahaan-perusahaan kecil penyokong si raksasa Newmont.  Si Raksasa ini memiliki ijin untuk meyedot kekayaan emas dari dalam bumi Sumbawa, meninggalkan bekas galian tambang yang tak bisa ditanami, hutan gundul, limbah logam berat, dan kemiskinan yang masih tetap menjadi milik penduduk pribumi Sumbawa.

Pantai Wisata Maluk sudah lengkap dibangun infrastruktur untuk wisatawan.  Restoran, penginapan, hotel bintang 3, pub atau diskotik juga ada.  Kalau hari libur, tempat ini ramai dengan pengunjung.  Masakan khas Sumbawa seperti sayur ikan singang, kangkung plecing, ikan bakar, bisa dicicipi di sini.   Biasanya ombak di Pantai Maluk ini memang tinggi seperti ombak-ombak pantai selatan di Indonesia pada umumnya.  Jadi biasanya banyak peselancar yang datang.  Selain Pantai Maluk, ada juga Pantai Sekongkang yang juga spot selancar.  Akses ke sana dari Maluk sini hanya 2 kali sehari, yaitu jam 5:30 pagi dan jam 12 siang.  Bila mau, bisa juga mencarter ojek tapi biayanya mahal, karena kondisi jalannya masih sangat jelek.

Saya tak bisa berlama-lama disini.   “I had an elf to catch…!!!” nanti kalau sampai ketinggalan angkutan, bisa berabe !!!

=======================

Comments
  1. saya mulai mengikuti petualangn sumbawa ini dengan awalan yang menegangkan..

    lanjut ke chapter 2 >

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s