Waingapu

Posted: September 13, 2011 in NTT
Tags: , , , ,

Pengembaraan Sumbawa – Sumba : check Point 10 [end]

road to Purau Kambera Beach (East Sumba)

Beruntung sekali saya di Waingapu ini, punya tebengan 2 malam berturut-turut di kediamannya Ibu Sonya, pegawai Disbudpar Sumba Timur yang kemarin saya temui di Desa Kaliuda.

Saya memang penasaran dengan pantai utara Waingapu yang cukup tenang dan katanya cukup bagus untuk kegiatan snorkling.  Jadi dengan menyewa ojek langganan keluarganya Ibu Sonya, saya diantar ke Pantai Purukambera.  Seperti halnya ke Desa Kaliuda, rute jalan menuju Pantai Purukambera juga melewati bentangan “lahan kosong” berupa padang rumput dan tepi pantai.  Beberapa rumah penduduk berceceran dengan jarak berjauhan.  Kuda, sapi, kerbau dan kambing yang sedang berkeliaran di padang savana dan bentangan laut biru menghias bagian utara Waingapu.  Kendaraan yang lalu lalang juga sangat jarang.

lumayan juga ikan dan terumbunya

Pantai Purukambera memang asyik untuk dinikmati para pecinta pantai, pasirnya putih dan ombaknya cukup tenang.  Snorkling atau mancing sambil camping di tepi pantai adalah kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini.  Uniknya di pantai ini, sumur yang dibuat warga di tepi pantai, airnya tawar dan jernih sekali.  Di situ banyak juga nelayan, jadi kalau hoki memancing sedang menghilang, Anda bisa membeli ikan segar dari para nelayan.

Jauh sebelum Pantai Purukambera, terdapat Pantai Wisata Londa Lima.  Di sini sudah dibangun sarana wisata, seperti gazebo tempat duduk-duduk di tepi pantai, toilet, dan ada warung-warung makanan.  Biasanya kalau hari minggu disini ramai sekali, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kota Waingapu.

Pantai Londalima

Selain ke pantai, disekitar Waingpu juga ada kampung adat Prailiu.  Kebetulan Raja Prailiu  masih kerabat Ibu Sonya, jadi sewaktu ke sana saya bisa mengobrol langsung dengan istri mendiang Raja Prailiu Tamu Umbu Jaka, Ibu Tamu Rambu Margaretha.  Saya begitu terpesona memandang kuburan sang raja yang luar biasa megahnya itu.  Tinggi tiang kuburan batu tersebut, lebih tinggi daripada badan saya.  Berat penutup kuburan batu mencapai lebih dari 30 ton.  Batu tersebut dibawa utuh-utuh dari tempat yang lumayan jauh dari Waingapu, diderek menggunakan mobil derek.   Bagian atasnya dihiasi berbagai ornamen berbentuk binatang.

Kuburan Raja Prailiang (Waingapu – Sumba Timur)

Untuk kuliner bisa dicoba warung-warung seafood di area pelabuhan lama kota Waingapu.

—-ooooo00ooo——

Comments
  1. ngahahahhaah emang udah lama nih tempat jadi inceran !! waingapu !! insyaallah mudah2an taun depan bisa kesana. ameeeeeeeen~

  2. arievrahman says:

    Waingapu, sepertinya keren!

    • funedutour4u says:

      kalo sukanya culture, lebih baik ke Kodi (Kab. Sumba Barat Daya). Kampung2 adatnya banyak dan masih sangat asli…
      keren pantai2nya juga
      bulan februari maret ada festival pasola (perang2an di Kodi)

      dari Jakarta bisa terbang ke Tambolaka (biasanya transit di kupang and Waingapu)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s