PULAU BANGKA : DARI PANTAI KE PANTAI

Posted: September 23, 2012 in Bangka Belitong, sumatra
Tags: , , , ,

Berkat panduan luar biasa dari teman-teman baru kami di Pulau Bangka (Pak Paulus, Yusuf, and Nia), kami bisa puas ngubek-ngubek Pulau Bangka, mengagumi kelenteng-kelenteng, vihara-vihara, hingga kampung Tionghoa kuno, menyaksikan gegap gempitanya Acara Capgomeh, dan menyusuri pantai-pantainya yang bersih dan indah-indah…

26 Feb – 1 Mar 2010

Pantai Pasir Padi ( Pangkal Pinang)

Senja pertamadi Pulau Bangka, kami habiskan di Pantai Pasir Padi di kota Pangkal Pinang. Di pantai ini terdapat resort dan warung-warung makan traditional. Pantai ini sangat landai hingga jauh ke tengah, membentang dari utara ke selatan sepanjang kira-kira 300 meteran. Pasir putihnya yang lembut dan padat sangat nyaman untuk berjalan kaki, bahkan untuk dilalui kendaraan sekalipun, baik motor maupun mobil. Pengunjung tampak cukup ramai senja itu. Beberapa anak muda kota ini sedang beradu nyali balapan motor di atas pasir pantai. Suara motor mereka meraung-raung di seantero pantai.

@ Pantai Pasir Padi  (Foto oleh : Fitri)

Di sini terdapat Pulau Punai yang dapat dikunjungi dengan berjalan kaki ketika laut surut. Lebih jauh lagi terdapat 2 pulau, yaitu Pulau Semujur dan Pulau Panjang, kita harus menggunakan perahu untuk bisa sampai di sana.  Sayangnya kami tidak sempat berkunjung ke kedua pulau tersebut.

Namun pantai ini kurang cocok untuk dikunjungi senja hari, karena letaknya yang menghadap ke arah timur. Tapi tak mengapa, karena suasana senja ini pun cukup indah untuk dinikmati. Bulan yang sebentar lagi akan purnama sempurna tampak pucat berkilau di langit timur. Sedangkan di belahan langit barat, matahari merah keemasan mengintip disela-sela daun nyiur. Tapi tentu saja, menunggu matahari terbit di sini pastilah sangat indah.

Tidak lama kami menikmati senja di pantai ini. Setelah makan malam dengan menu masakan seafood tradisional khas Bangka, kami menuju Kota Sungailiat untuk mencari penginapan. Tapi sebelumnya kami mampir ke tempat akan dilangsungkannya Perayaan Cap Go Meh bertajuk “Imlek Ceria Bangka 2010” untuk melihat prosesi gladiresik dan mengagumi naga hijau raksasa terpanjang di Indonesia yang dihiasi kue keranjang terbanyak yang pernah ada.

 

Pantai Tanjung Penyusuk ( Belinyu)

Keesokan harinya, setelah menjelajahi Kampung Pecinan kuno Kampung Gedong. Kami pergi ke Pantai Tanjung Penyusuk di ujung utara Pulau Bangka, sekitar 6 km dari kota Kecamatan Belinyu, kira-kira 2 jam perjalanan bermobil dari Kota Sungailiat. Jalan raya Sungailiat-Belinyu ini sungguh mulus dan cukup lebar, serta tidak banyak kendaraan yang melintas. Di Kota Belinyu, kami makan siang dengan menu seafood tradisional khas Bangka yang belum pernah kami cicipi sebelumnya dan juga tempat, dimana kami membeli oleh-oleh khas Bangka yaitu kerupuk kemplang, kerupuk getas beraneka rasa, abon ikan dan terasi. Selepas Kota Belinyu, jalan menyempit, melewati hutan dan rawa.

Pantai Tanjung Penyusuk dan tetangganya, Pantai Romodong, berada di Selat Kelabat, jadi ombaknya tenang. Pantai ini sungguh indah.  Pasirnya yang putih halus tampak berkilauan cemerlang ditempa sinar matahari yang sangat terik siang ini. Bebatuan berukuran besar tampak berserakan dalam formasi yang indah di sepanjang pantai. Pantai ini cocok untuk menikmati sunset. Lautnya tampak begitu biru bening dan lumayan tenang ombaknya.  Di arah utara tampak pulau-pulau kecil, yaitu Pulau Putri, Pulau Mentigi, Pulau Baku dan Pulau Lampu. Pulau-pulau ini dapat kita capai dengan menggunakan perahu nelayan.  Di Pulau Lampu terlihat sebuah mercusuar berwarna putih, tinggi menjulang ke angkasa.

Menurut informasi, diantara gugusan pulau-pulau dan pantai terdapat palung laut yang dalam, tempat hidupnya berbagai ikan hias dan terumbu karang berwarna warni, dan juga terdapat bangkai kapal karam (wreck), surga bagi para penyelam. Sayangnya kami hanya menikmati pemandangan pantai saja dari bangunan warung-warung tradisional yang saat itu sedang kosong, sambil menikmati kelapa muda . Warung-warung ini hanya buka pada hari minggu saja, pada saat pantai ini ramai dikunjungi wisatawan. Di sini juga terdapat sarana toilet umum.

 

Pantai Romodong ( Belinyu)

Puas mengagumi keindahan Pantai Tanjung Penyusuk sambil menikmati kelapa muda, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Romodong yang tidak begitu jauh jaraknya dari Pantai Tanjung Penyusuk ini. Di kiri dan kanan jalanan yang cukup sempit ini, banyak terdapat batu-batu raksasa beraneka bentuk, salah satunya menyerupai kodok raksasa. Dua buah batu raksasa tinggi besar yang mengapit jalan, seakan menjadi gerbang selamat datang yang menyambut pengunjung dan menjadi maskot bagi Pantai Romodong ini.

Garis pantainya panjang membentang. Pasirnya halus dan putih berkilauan.  Lautnya tampak tenang dan dihiasi batu-batu raksasa. Beberapa pemancing tengah asik memancing sambil berdiri di laut dangkal sepinggang orang dewasa. Pantai ini juga cocok untuk menikmati sunset.

Bangunan warung-warung sederhana yang saat ini kosong, tampak bertebaran di beberapa lokasi pantai. Sayangnya tidak ada fasilitas lainnya di sini.

 

Pantai Tanjung Pesona ( Sungailiat )

Semarak acara utama Cap Go Meh “Imlek Ceria Bangka 2010” semalam yang dipenuhi tari-tarian kolosal yang memadukan budaya Tionghoa, Melayu, dan Lombok, serta ditutup dengan pesta kembang api yang semarak, masih terbayang jelas dalam ingatan kami pagi itu. Hari ini agenda kami adalah mengunjungi pantai-pantai yang ada di Sungailiat dan beberapa tempat lainnya.

Pagi-pagi kami berangkat ke Pantai Tanjung Pesona, tapi sudah terlalu siang untuk melihat sunrise. Walaupun begitu matahari pagi yang sedang menaiki cakrawala masih menyajikan pemandangan yang indah. Di Pantai Tanjung Pesona terdapat resort dan restoran mewah. Pasir pantainya juga berwarna putih dan halus. Pantai ini juga dihiasi batu-batu besar dan air laut biru jernih yang tenang.

Tidak ada warung makan tradisional di sini. Pantai ini memang sepenuhnya diperuntukan bagi tamu-tamu resort dan restoran. Untuk sarapan, kami terpaksa harus kembali ke Kota Sungailiat, karena restoran di sini belum buka.

Tidak lupa kami mengunjungi kedai kopi terfavorit di kota ini, adanya di Pasar Atas. Kami mencoba kopi O yang menjadi ciri khas. Kedainya tampak sangat ramai pengunjung yang rata-rata adalah Bapak-bapak. Kopi O –nya memang nikmat, walaupun terlalu pahit menurut ukuran lidah saya yang bukan pengopi sejati. Cara memasaknya sangat unik, yaitu diatas tungku tanah liat dan dengan pemanas berupa arang bara api. Kopinya masih mengepul mendidih sewaktu disajikan. Untuk panganannya tersedia berbagai macam kue tradisional khas bangka.

 

Pantai Matras (Sungailiat)

Dari Pantai Tanjung Pesona, kami mengunjungi berbagai objek lain seperti Objek Pemandian Air Panas Pemali, Kuil Dewi Kwan Yin, dan Kuil Mahayana di Bukit Lubuk Kelik. Siang menuju sore kami mengunjungi Pantai Matras, “pantai sejuta umat” – nya Sungailiat.

Pantainya landai dan berpasir mutih halus.  Berbagai fasilitas wisata umum telah dibangun di sini. Warung-warung makan dan minuman sudah tertata rapi. Siang ini pengunjung cukup banyak. Kami mencari area yang lumayan sepi di bentangan pantai yang sangat panjang ini, kurang lebih 5 km panjangnya. Bebatuan besar juga menghiasi ujung selatan pantai.

 

Pantai Parai (Sungailiat)

Menurut informasi, dulu namanya adalah Pantai Tenggiri, dan sebelumnya lagi bernama Pantai Hakok.  Sekarang ini, sering disebut dengan nama Pantai Parai atau Pantai Parai Tenggiri.

Pantai ini juga sudah dijadikan resort mewah yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk spa, karaoke, café, bar, kolam renang dll.  Bahkan ada pulau buatan yang diberi nama Rock Island, tempat sebuah BQ Grill & Bar berdiri dan dihubungkan dengan seruas jembatan beton yang akan berguna jika laut sedang pasang. Untuk dapat masuk ke area pantai, pengunjung harus membayar biaya  retribusi sebesar Rp.15.000. Tapi karena kami datang bersama teman kami yang dari Dinas Pariwisata Bangka, maka kami terbebas dari biaya tersebut.

Pantainya tampak sangat bersih dan indah tentu saja. Batu-batu besar kecil menghiasi pantai ini. Saat itu pengunjung cukup ramai walaupun langit sore tampak mendung gelap.

 

Pantai Tikus (Sungailiat)

Hari ini adalah hari terakhir kami di Pulau Bangka, nanti siang kami akan menyebrang ke Pulau Belitung menggunakan kapal cepat. Pagi terakhir ini kami gunakan untuk mengunjungi Pantai Tikus. Pantai-pantai lain yang belum dikunjungi sebenarnya masih sangat banyak.

Jalan menuju pantai ini juga sempit seperti jalan yang menuju Pantai Rumodong dan Penyusuk. Mendaki bukit yang diatasnya terdapat bangunan Vihara yang masih jauh dari selesai. Menurut informasi, beberapa tokoh Tionghoa Bangka berencana menjadikan tempat ini sebagai Tempat Wisata Keagamaan terbesar dan terlengkap, di atas bukit ini menghadap ke laut akan didirikan 5 tempat ibadah dari 5 agama yaitu Kong Hu Cu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Islam.  Tapi proyek tersebut masih tertunda entah sejak kapan dan sampai kapan.

Pemandangan ke laut lepas memang sangat menakjubkan dari atas sini. Tapi keindahan Pantai Tikus sesungguhnya menanti kita di bawah.

Dengan menuruni tebing batu yang cukup curam, kita akan disambut dengan pemandangan pantai yang menakjubkan. Bebatuan besar dalam formasi, bentuk, dan warna yang unik menghiasi pantai ini. Pasir putih halus dan bersih terhampar di lengkungan pantai. Air laut yang biru bening bebas polusi ini sangat menggoda.  Dikejauhan tampak beberapa pemancing sedang memancing diatas bebatuan. Sedikit ke tengah laut terdapat gugusan bebatuan besar dalam formasi yang unik.

 

———————————-00000———————————–

Special thanks to

: Pak Paulus, Yusuf, and Nia

Many Thanks To Para Indo-gembolaner : Fitri, Kurnia N, Ririn, Yani

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s