Pulau Sabu 1: Berasa Menjadi Robinson Crusoe

Posted: October 9, 2012 in NTT
Tags: , , ,

Di tengah kekalutan pikiran “tidak dapat tiket pulang ke Kupang” itulah saya menjelajahi Pulau Sabu. Saya jadi berasa sebagai versi “beruntung” dari si Robinson Crusoe, tokoh dalam novel Daniel Defoe yang terdampar di pulau terpencil tanpa penghuni :-p

==============================

Jadi akhirnya hari Sabtu (27-08-2011) saya sampe juga di Pulau Sawu alias Sabu alias Savu alias Rai Hawu.

Ke Sawu itu, datangnya gampang, tapi pulangnya susah…” begitu kata Om Riki dan Om Ebet sewaktu kami ngobrol-ngobrol di beranda Penginapan Makarim yang terletak di Seba (Ibukota Kabupaten Sawu).

Om Riki ini adalah penduduk lokal yang kebetulan saya temui di Bandara Seba dan menjadi guide saya selama di Pulau Sawu.  Ternyata “malaikat para petualang” memang selalu menautkan petualang satu dengan lainnya.  Cerita punya cerita, si Om Riki ini kira-kira dua bulan lalu pernah mengantar 2 orang tamu dari Jakarta, 1 nya orang bule dan 1 nya lagi orang lokal.  Si orang lokal dari Jakarta itu tidak lain dan tidak bukan adalah Mas Aris Yanto, pemrakarsa millist indobackpacker, tempat bertanya tentang segala sesuatu hal mengenai kegiatan backpacking  (groups.yahoo.com/group/indobackpacker/).

Sedangkan Om Ebet, adalah Petugas Pengawas Sekolah dari Depdikbud Kupang yang kebetulan saat itu sedang bertugas di Pulau Sawu dan sudah menginap di Penginapan Makarim ini selama 3 malam karena menunggu ferry atau kapal perinstis PELNI tujuan Kupang yang tidak kunjung datang akibat cuaca buruk.  Beliau memang mau tidak mau harus naik ferry karena membawa sepeda motor.  Dan sepertinya, harus menginap 3 malam lagi karena “kabarnya” Kapal Perintis tujuan Kupang baru akan datang 3 hari kemudian.

Proses kedatangan saya ke Sawu memang terbilang gampang karena ada faktor “keberuntungan” dari penundaan akibat kerusakan pesawat Susi Air flight ke-2 yang seharusnya take-off jam 12:30 baru bisa terbang jam 14:30.  Alhasil, saya masih kebagian tiketnya jadi bisa langsung berangkat ke Pulau Sawu di hari yang sama dengan penerbangan Jakarta-Kupang, tidak perlu buang-buang waktu stay di Kupang.  Tapi, proses kembali dari Sawu memang harus berliku-liku, perlu trik-trik tersendiri yang mungkin “cuma Om Riki yang tau” untuk mendapatkan tiket ke Kupang di hari yang saya inginkan karena keterbatasan waktu yang saya miliki.

Susi Air rute Kupang – Sabu pp

Saya tidak mungkin menunggu seperti Om Ebet ataupun seperti 2 orang bule Penghuni Penginapan Makarim lainnya, yang juga sudah 2 hari terdampar karena tiket pesawat Susi Air sudah full-booked hingga tanggal 4-September-2011 (8 hari yang akan datang).

Walahhh… gawat !!!  Saya tidak punya waktu untuk terdampar selama itu di Sawu.   Sawu adalah persinggahan pertama saya kali ini, masih banyak sekali tempat yang ingin saya jelajahi..!!!  Dan tanggal 4-Sept, saya sudah harus berada di dalam pesawat Batavia Air, kembali ke Jakarta.

Cerita tentang betapa susahnya transportasi menuju Pulau Sawu memang sudah saya dengar sejak saat masih sedang merencanakan perjalanan ke sini.  Bahkan ada salah satu teman yang melakukan perjalanan keliling NTT selama 3 bulan, tidak bisa mencapai Sawu karena masalah transportasi ini.  Saat itu penerbangan Kupang – Sawu masih dilayani oleh Merpati Airlines yang kebanyakan cancle-nya daripada terbangnya.  Sudah susah dapat tiketnya, jarang terbangnya, mahal pula harga tiketnya… Ada yang murah, yaitu dengan Kapal PELNI, tapi waktunya lebih tidak menentu lagi, sangat bergantung pada cuaca. 

PELNI rute Kupang – Rote – Sabu – Waingapu – Labuan Bajo (jadwalnya tidak tentu, tergantung cuaca)

Sekarang, rute Kupang-Sawu dilayani oleh 2 maskapai, yaitu Susi Air (2 kali sehari, tarif normalnya Rp.650 ribu) dan Nasional Buana Air (NBA) yang merupakan pesawat bersubsidi sebagai jawaban Pemda NTT atas mahalnya harga transportasi (1 kali sehari, tarifnya Rp 270 ribu, subsidi Rp.500ribu).

Pesawat NBA (Nusantara Buana Air) , rute Kupang-Sabu-Waingapu (pp)

Tiket pesawat Susi Air  Kupang-Sawu bisa di booking via telpon dari Jakarta ke Kantor Susi Air Kupang, sayangnya, tiket untuk kembali dari Sawu ke Kupang tidak bisa dibeli sekaligus, “karena sistemnya tidak on-line” demikian keterangan dari petugas tiket Susi Air (Kupang), jadi harus beli nanti di Sawu, dibayar pada malam sebelum keberangkatan.  Susah pula dapatnya karena walaupun mahal, tapi umumnya selalu fullbooked hingga 3 hari bahkan seminggu kemudian.

Untuk mendapatkan tiket pesawat Nasional Buana Air (NBA) lebih susah lagi.  Harganya yang murah membuat tiketnya semakin susah di dapat.   Seorang bapak-bapak yang saya temui di bandara Sabu sudah memesan 4 bulan sebelumnya, tapi ada juga yang pesan seminggu sebelumnya. Sedangkan saya, yang cari tiket 2 hari sebelumnya, sangat beruntung bisa dapat tiket, itupun berkat bantuan “ tangan orang sakti + uang sakti” walaupun biayanya jadi hampir 2 kali lipat.

tiket sakti (NBA, Sabu-Kupang)

Tentang Robinson Crusoe bisa dibaca di http://www.online-literature.com/defoe/crusoe/

:-p

===================================================

Salah satu kontestan pemenang dalam lomba adventure journal   http://www.djarum-super.com/adventure/adventure-journal/contestant-journal/detail/read/pulau-sabu-1-berasa-menjadi-robinson-crusoe/   Oleh : Dian Sundari

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s