DIANTARA DEBU LEMBATA

Posted: October 2, 2014 in NTT
Tags: , , , , , ,

Whooosshhhh….debu mengepul bergulung-gulung di belakang labomi (bus truck) yang membawa kami, para peserta Festival Adventur Indonesia 2014 di Pulau Lembata (Nusa Tenggara Timur), dari satu desa adat ke desa adat lainnya.

Labomi siap berangkat

Labomi siap berangkat

Hidung dan mulut serentak ditutup, entah itu pakai masker, sapu tangan, kerudung, atau hanya dengan sekedar mingkem dan pencet lubang hidung….  Seketika aku teringat sebuah buku catatan perjalanan berjudul “Selimut Debu” yang ditulis oleh petualang sekaligus jurnalis kelahiran Lumajang yang sekarang katanya menetap di Beijing, yaitu Agustinus Wibowo.  Buku yang mengisahkan pengalamannya selama berkelana di pedalaman Afghanistan.  Alkisah, penduduk Afghanistan hidupnya tak pernah lepas dari debu.

Begitu juga di Lembata, sebuah pulau diantara gugusan pulau-pulau yang membentuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Iklim kering khas NTT menyedot uap air dari tanah, membuat partikel-partikel tanah menjadi mudah terurai dan terbang menjadi debu.  Pepohonan kering kerontang, hitam bekas terbakar.  Sungai-sungai menyusut dan kering.  Mata air berhenti mengalir.

kering

kering

Lembata mengingatkanku dengan keras, akan pentingnya air dalam kehidupan.  Di Kampung Lama Lewotolok, yang berada di kaki gunung Ile Ape, ketika untuk mendapatkan sejerigen kecil air terlebih dahulu harus berjalan kaki berkilometer jauhnya, tidak sampai hati rasanya untuk menghamburkan bahkan hanya segayung air. Sehari semalam tanpa kegiatan rutin MCK dengan air melimpah, tanpa listrik, tanpa kasur empuk, bahkan tanpa dinding rumah.  Ini bagiku adalah pembelajaran hidup dan pengayaan hati nurani.

Diantara debu dan kekeringan Lembata, ada keramahan tiada tara dari para penduduknya, ada seni adi busana luhung turun temurun berupa mahakarya tenun ikat yang dibuat dengan kecintaan dan tradisi, ada keteguhan hidup diantara segala keterbatasan, ada kecintaan abadi terhadap tradisi.

Tenun ikat tradisional dari Desa Lamagute

Tenun ikat tradisional dari Desa Lamagute

Lihatlah tata cara mereka dalam menyambut tamu, penuh dengan adab dan anggah ungguh tradisi.  Di Lamagute, di Kampung Lama Lewo Belen, di Desa Jontona, di Desa Laba Limut, kami disambut dengan upacara adat, disuguhi berbagai tari-tarian yang entah berapa bulan sebelumnya mereka berlatih, berbagai ragam makanan disuguhkan untuk kami, para tamu dari kota besar.

Upacara Selamat Datang di Kampung Adat Lama Lamagute

Upacara Selamat Datang di Kampung Adat Lama Lamagute

Upacara Selamat Datang di Kampung Lama Lewotolok

Upacara Selamat Datang di Kampung Lama Lewo Belen

Lihatlah seruan dan binar mata anak-anak serta penduduk disepanjang jalan dan di desa-desa adat yang menjadi tujuan kami.  Itu adalah antusiasme tulus.  Wooww…lihatlah begitu antusiasnya anak-anak Desa Wulondani ketika mengejar drone bermuatan kamera milik salah satu tim liputan stasiun televisi nasional, yang terbang berputar-putar di seputar lapangan pasar barter Wulondani.

Terpesona oleh drone

Terpesona oleh drone

Alam Lembata yang kering menciptakan keindahan tersendiri.  Langitnya biru bersih.  Mataharinya menyorot cerah sepanjang hari. Gunung Ile Api nya menawarkan bentangan alam yang indah ke seluruh penjuru pulau.  Lautnya biru jernih sejauh batas cakrawala. Tersembunyi dibawah lautnya, ada terumbu karang sehat warna warni beserta ikan-ikan hias beraneka bentuk dan warna.

Kawah lama Gunung Ile Api

Kawah lama Gunung Ile Api Lewotolok

Alam bawah laut Jontona

Alam bawah laut Jontona

Taman Terumbu karang cantik di Jontona

Taman Terumbu karang cantik di Jontona

???????????????????????????????

Lima hari tentu tidaklah cukup untuk mendalami apapun.  Hanya cukup untuk sekilas membaca beberapa paragraf tentang Lembata.  Tahun-tahun sebelumnya aku sudah sempat membaca paragraf tentang Flores dari Labuan Bajo hingga Maumere, juga tentang Sumba dari Kodi hingga ke Desa Kaliuda di timur, lalu tentang Sawu, lalu Rote, sempat pula mengintip Desa Boti, Desa Fatumnasi yang cantik di Gunung Mutis, lalu merambah Alor.  Membaca paragraf demi paragraf diantara lembaran halaman-halaman buku tebal berjudul Nusantara.

“The world is a book, those who do not travel, read only a page” demikian sabda Saint Augustin yang menjadi penyemangatku untuk setapak demi setapak menjelajahi Nusantara.

==============================

Pengalaman menakjubkan di Pulau Lembata ini diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan acara Festival Adventure Indonesia – Lembata 2014 tanggal 24-28 September 2014 yang diselenggarakan oleh Way2East didukung oleh Pemda Kab Lembata dan Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia.

aeSAM_3352

Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang Lomba Blogging http://www.way2east.com/events/Lomba-Foto-Menulis-Blog-Tentang-Lembata-NTT

===============================

Cara untuk mencapai pulau yang cantik ini :
Via Kupang :
• Naik pesawat Susi Air (telp. 0383-41077, Kupang :+62 811 381 3801 / +62 811 381 3802, Bandara Wunopito Lewoleba +62 812 3602 5244, booking online : http://fly.susiair.com/ ).
• naik Kapal Cepat Cantika , 3-4 jam (berangkat jam 9 pagi dari Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kupang, sampai di Pelabuhan Lewoleba sekitar jam 1 siang), jadwal Rabu (Kupang-Lewoleba-Larantuka), Kamis ( Larantuka-Lewoleba-Kupang), tarif tiket : Rp 260 ribu untuk kelas ekonomi dan bisnis, sedangkan kelas VIP, Rp 360 ribu).
• Naik kapal lambat :
• KM Bukit Siguntang : kapal PELNI Kupang-Lewoleba-Maumere-Makassar , phone 0383-41521 / 41031
• KMP Fery Ile Boleng : ferry Kupang-Lewoleba setiap Selasa , Lewoleba-Kupang setiap Sabtu, phone 0383-41521 / 41031

Via Larantuka
• Kapal Cepat Ina Maria 29 :
o Larantuka-Lewoleba : Selasa, Rabu & Kamis, berangkat pukul 09.30 wita
o Lewoleba-Larantuka : Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, berangkat pukul 09.00 wita.
• Kapal Cepat Fantasi Express 1 (tarif : Rp 75 ribu), pp setiap hari jam 09.00 wita, phone 0383-41007 / 410008
• KM Lewoleba Karya , Larantuka-Weiwerang-Lewoleba, pp setiap hari
• KM Sinar Mutiara , Larantuka-Weiwerang-Lewoleba, pp setiap hari
• KM Alfian Lembata, Larantuka-Lewoleba, pp setiap hari jam 10 malam
• KMP Namparnos , Larantuka-Lewoleba- Baranusa-Kalabahi, setiap Senin dari Larantuka, setiap Minggu & Senin dari Kalabahi (Alor)

Kendaraan selama di Lewoleba :
Labomi atau bus truck, bus kecil, angkutan pedesaan, dan ojek

PENGINAPAN :
Hotel banyak terdapat di Lewoleba :
o Hotel Palm Indah (3 star), 0813 371 81220 / 0815 196 06853
o Hotel Lewoleba, Jl.Awolong-Walakeam-Lewoleba
o Lile Ile Backpackers Homestay, Jl. Trans Lembata
o Hotel An’nisa , dekat Pelabuhan Lewoleba (Pantai SGB Bungsu), Phone 0383-41012
o Hotel Rezeki, Jl. Trans Lembata (depan Taman Swaolsa Titen), Phone 0383-41128
o Hotel Lembata Indah, Jl. Berdikari – Lewoleba
Di Desa Lamalera :
o Falmina homestay
o Ben Homestay
o Maria Homestay
Atau bisa menginap di rumah penduduk di Jontona (apabila mengambil rute trekking via Jontona), dan di desa Lewotolok (apabila mengambil rute trekking via Jontona.
Guide trekking Ile Ape : Bapak Elias di Jontona (0812 3785 4464).

Bank di Lewoleba : BRI dan Bank NTT
Sinyal HP : Telkomsel

Where to eat :
o Restoran Berkat Lomblen, Jl. Trans Lembata – Lamahora – Lewoleba
o Restoran Bandung , Jl. Trans Lembata (dekat Hotel Rejeki)
o Restoran Ayu Nisa, Jl. Trans Lembata – Lamahora – Lewoleba
o dekat pelabuhan Lewoleba banyak warung-warung makanan Jawa

Comments
  1. Kering banget ya Lembata? Jadi lebih bersyukur hidup di Jawa yang masih banyak air hehehe😀

    • dians999 says:

      Kemaren itu lagi kering-keringnya… Tapi masih ada kok dibeberapa lokasi yang sungainya masih ada airnya🙂
      Di P Jawa juga yg kering mahh banyak…. Ngoro (Mojokerto) misalnya….haissss kering bangeetttt

      • Waaah makanya sampai kayak begitu ya bentuknya hehehe😀
        Oh kirain sama rata, sama-sama kering semua😀
        Iya sih, tapi enggak sekering Lembata deh kayaknya, enggak se panas kelihatannya juga. Iya enggak sih? Hehehe😀

  2. keren tulisannya mbak Dian.. salut..

  3. Adi Gerimu says:

    Mantap sekali mbak dian…

  4. Norman Weky says:

    bagus banget semua tulisannya kakak🙂 kalau di flores aku baru mengunjungi maumere sama ende🙂 semoga deh bisa kayak mbak keliling NTT

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s