TERKOYAKNYA KESUNYIAN SURGAWI ILE APE LEWOTOLOK

Posted: October 3, 2014 in NTT
Tags: , , , , , ,
Sumber info mengenai gunung ini, bisa dilihat di sini : http://www.gunungbagging.com/lewotolo/

Sumber info mengenai gunung ini, bisa dilihat di sini : http://www.gunungbagging.com/lewotolo/

Tengah malam menjelang pagi, kesunyian di Ile Ape Lewotolok (Gunung Api Lewotolok, 1450 MDPL, di Pulau Lembata, NTT), terkoyak oleh teriakan-teriakan, gumaman, obrolan, tawa, dengus nafas dan keluh kesah ratusan pengunjung yang merupakan campuran dari penduduk setempat, dan peserta Festival Adventure Indonesia 2014 yang adalah pendatang dari luar provinsi NTT dan bahkan ada pula dari luar negri.

Tengah malam, dengan mata masih sepet karena kantuk, dan sambil menahan gigilan tubuh akibat dingin udara pegunungan, kami dikumpulkan di sebuah areal sedikit lapang, yang tentu saja kurang luas untuk menampung kami semua.

Pembagian kelompok pengunjung yang berniat mendaki Sang Ile Ape mulai dilakukan, dan satu persatu diberangkatkan dengan terlebih dahulu diberkati oleh Tetua Adat Lewotolok dengan air suci disertai doa keselamatan.

Satu persatu dari kami berderap melintasi Kampung Lama Lewotolok, mendaki menyusuri jalan setapak.  Awal pendakian kecepatan kami masih relatif setara, tapi semakin naik, semakin kentara mana si lambat yang tidak terbiasa berjalan nanjak, dan mana si cepat yang terbiasa  berjalan jauh dan nanjak.  Karena komposisi per kelompok merupakan campuran si lambat dan si cepat, si lambat yang sering kali berhenti untuk beristirahat, sering membuat kemacetan serius di sepanjang jalur pendakian.  Teriakan-teriakan tidak sabar dari si cepat, mulai bersahut-sahutan, kebanyakan dalam bahasa lokal yang bercampur dengan Bahasa Indonesia.  Teriakan keras salah satu pendaki lokal yang berdiri persis dibelakangku, langsung menyerbu kuping kiri ku tanpa ampun.  Terkoyaklah sudah kesunyian surgawi Sang Ile Ape Lewotolok karenanya….. Pudarlah juga kekhusuan suatu pendakian gunung dalam keheningan malam….

Di suatu titik , terdengar kabar bahwa ada seseorang dibawah sana yang membutuhkan bantuan oksigen.  Tabung oksigen besar yang biasa ada di ruang UGD rumah sakit dan posisinya sudah berada di bagian depan rombongan, kini harus diturunkan secara estafet ke arah posisi korban yang membutuhkan bantuan, yang entah ada dibagian belakang sebelah mana dari untaian mengular para pendaki.

Di titik ini, si cepat yang sudah tidak sabaran, mulai merangsek saling mendahului, kelompok-kelompok tercerai.  Si lambat melipir memberi jalan, aku adalah salah satunya.  Dari sana, kami saling susul menyusul, sesuai dengan ritme nafas dan dengkul, bahkan ada yang mogok dan kembali ke kampung.

Aku terseok-seok berusaha terus mendaki, kadang sendiri ditemani sinar senter, kadang berbaur dengan gerombolan pendaki-pendaki lainnya.  Beristirahat disana sini, diatas batu, diatas pohon tumbang, diatas rumput, berusaha mengatur nafas dan meringankan beban dari tas punggung pindah ke dalam perut.

Semakin ke atas, jenis vegetasi tumbuhan berubah, dari pepohonan tinggi rindang, berubah menjadi belukar perdu, lalu menjadi rumput tinggi, rumput pendek dan akhirnya tidak ada tumbuhan sama sekali.

Setiap kali menengok ke belakang, tampak jajaran kerlap-kerlip lampu senter para pendaki yang masih di bawah.  Menengok ke depan , tampak pula jajaran meninggi dari kerlap-kerlip lampu senter para pendaki yang sudah mendaki jauh ke atas.  Jajaran kerlip meninggi itu yang membuat nyali sedikit ciut, tapi kerlip dibelakang memberi semangat.  Ada lagi kerlip dilangit dari gugusan bintang-bintang, terang, jernih, tanpa penghalang, sungguh indah.  Di sebelah kanan nun jauh di bawah sana, ada kerlap-kerlip lampu-lampu di kampung-kampung dan di Kota Lewoleba, terhampar seperti permadani kunang-kunang.

Menjelang fajar, aku sudah sampai di area vegetasi rumput pendek yang cukup landai.  Angin dingin sudah sejak tadi berseoran tanpa penghalang.  Brrr……dingin menyusup lapisan baju dan jaket.  Samar-samar hamparan bebatuan tampak disekeliling, diselingi rumput-rumput yang semakin pendek dan jarang-jarang.  Nun jauh di depan, kerlip-kerlip sinar senter para pendaki masih saja menunjukkan arah naik, bahkan naik yang sangat curam…

“Hahhh….masih naik lagi kah…???  Seriusan itu kita masih harus naik lagi kaya gitu…???” tanyaku pada seorang kawan pendaki.

Dibalas kawanku itu dengan tawa sambil meringis…, “Iya…kita harus ke sana…!  Ayo.., lanjut..!!” sahutnya menyemangati.

Medan berbatu-batu diatas tanah kering yang mudah rontok, semakin memperlambat langkah kaki.  Tidak hanya kaki sekarang, kedua tangan pun ikut menapak tanah bebatuan, merangkak dan terus naik.

Cahaya fajar sudah semakin terang, memperlihatkan semesta indah Ile Ape Lewotolok yang sekaligus juga menawarkan bahaya.  Jurang curam menganga di kiri kanan jalur pendakian, janganlah sampai kaki terpeleset, nyawa mungkin tidak akan kita punyai lagi.

Savana Ile Ape Lewotolok

Savana Ile Ape Lewotolok

Etape akhir pendakian, berupa jalur sempit melipir disisi jurang dan diapit tebing batu tinggi.  Walaupun tidak terlalu mendaki, tapi disinilah tekad terakhir kita diuji.  Teruskah hingga tepi kawah untuk menyambut sang mentari…., atau stop sampai di sini saja menikmati hamparan alam indah disekitar dan dibawah sana, sambil menanti kehangatan sinar mentari dari yang nanti muncul balik puncak kawah.

Etape terakhir

Etape terakhir, melipir ke tepi jurang di arah kiri.  Dikanan ada jurang juga bekas longsoran tebing.

Sesaat sebelum matahari mencapai puncak sejati Ile Ape yang masih aktif dan menyemburkan gas belerang ke arah selatan, aku sampai di tepi kawah lama, berbaur dengan banyak pendaki-pendaki lain yang sudah duluan sampai.

Sedikit lagi sampai kawah

Sedikit lagi sampai kawah

Seketika aku terpukau kagum dengan luasnya sang kawah lama Ile Ape.  Lalu badanku limbung dan mengkerut kedinginan diterpa hembusan kuat angin dingin dari timur dan utara. Kalau saat itu aku bisa bercermin, pasti yang tampak adalah muka lelah dan kumal penuh debu.  Tapi matanya pasti berbinar bahagia, bangga, dan takjub.

Kawah lama Ile Ape Lowotolok

Kawah lama Ile Ape Lowotolok

Selamat datang kembali matahri

Selamat datang kembali matahari

Dibelakang saya itu puncak sejati Ile Ape yang masih sangat aktif

Dibelakangku itu adalah puncak sejati Ile Ape yang masih sangat aktif

Inilah puncak tertinggi tanah Lembata.

Menengok ke arah belakang rute pendakian, nun jauh di sana mulai terlihat garis pantai, dan garis pulau Adonara, tetangga sebelah barat Pulau Lembata.

Disana itu Pulau Adonara

Disana itu Pulau Adonara

Matahari mulai memanjat lereng puncak sejati Ile Ape, menerpa asap belerang yang menyembur dari kepundannya.  Membuatnya seperti tirai kuning transparan yang melayang dihembus angin Timur Laut menuju selatan.

Tuhanku Yang Maha Besar…., keindahan ciptaan-Mu ini memanglah Maha Sempurna.  Terimakasih atas kekuatan yang Engkau berikan kepada hamba, sehingga sampai saat ini hamba bisa mengaguminya dengan leluasa.

===============================

Pendakian Ile Ape Lewotolok ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan acara Festival Adventure Indonesia – Lembata 2014 tanggal 24-28 September 2014 yang diselenggarakan oleh Way2East didukung oleh Pemda Kab Lembata dan Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia.

===============================

Cara untuk mencapai pulau yang cantik ini :

Via Kupang :
• Naik pesawat Susi Air (telp. 0383-41077, Kupang :+62 811 381 3801 / +62 811 381 3802, Bandara Wunopito Lewoleba +62 812 3602 5244, booking online : http://fly.susiair.com/ ).
• naik Kapal Cepat Cantika , 3-4 jam (berangkat jam 9 pagi dari Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kupang, sampai di Pelabuhan Lewoleba sekitar jam 1 siang), jadwal Rabu (Kupang-Lewoleba-Larantuka), Kamis ( Larantuka-Lewoleba-Kupang), tarif tiket : Rp 260 ribu untuk kelas ekonomi dan bisnis, sedangkan kelas VIP, Rp 360 ribu).
• Naik kapal lambat :
• KM Bukit Siguntang : kapal PELNI Kupang-Lewoleba-Maumere-Makassar , phone 0383-41521 / 41031
• KMP Fery Ile Boleng : ferry Kupang-Lewoleba setiap Selasa , Lewoleba-Kupang setiap Sabtu, phone 0383-41521 / 41031
Via Larantuka
• Kapal Cepat Ina Maria 29 :
o Larantuka-Lewoleba : Selasa, Rabu & Kamis, berangkat pukul 09.30 wita
o Lewoleba-Larantuka : Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, berangkat pukul 09.00 wita.
• Kapal Cepat Fantasi Express 1 (tarif : Rp 75 ribu), pp setiap hari jam 09.00 wita, phone 0383-41007 / 410008
• KM Lewoleba Karya , Larantuka-Weiwerang-Lewoleba, pp setiap hari
• KM Sinar Mutiara , Larantuka-Weiwerang-Lewoleba, pp setiap hari
• KM Alfian Lembata, Larantuka-Lewoleba, pp setiap hari jam 10 malam
• KMP Namparnos , Larantuka-Lewoleba- Baranusa-Kalabahi, setiap Senin dari Larantuka, setiap Minggu & Senin dari Kalabahi (Alor)

Kendaraan selama di Lewoleba :
Labomi atau bus truck, bus kecil, angkutan pedesaan, dan ojek

PENGINAPAN :
Hotel banyak terdapat di Lewoleba :
o Hotel Palm Indah (3 star), 0813 371 81220 / 0815 196 06853
o Hotel Lewoleba, Jl.Awolong-Walakeam-Lewoleba
o Lile Ile Backpackers Homestay, Jl. Trans Lembata
o Hotel An’nisa , dekat Pelabuhan Lewoleba (Pantai SGB Bungsu), Phone 0383-41012
o Hotel Rezeki, Jl. Trans Lembata (depan Taman Swaolsa Titen), Phone 0383-41128
o Hotel Lembata Indah, Jl. Berdikari – Lewoleba
Di Desa Lamalera :
o Falmina homestay
o Ben Homestay
o Maria Homestay
Atau bisa menginap di rumah penduduk di Jontona (apabila mengambil rute trekking via Jontona), dan di desa Lewotolok (apabila mengambil rute trekking via Jontona.
Guide trekking Ile Ape : Bapak Elias di Jontona (0812 3785 4464).

Bank di Lewoleba : BRI dan Bank NTT
Sinyal HP : Telkomsel

Where to eat :
o Restoran Berkat Lomblen, Jl. Trans Lembata – Lamahora – Lewoleba
o Restoran Bandung , Jl. Trans Lembata (dekat Hotel Rejeki)
o Restoran Ayu Nisa, Jl. Trans Lembata – Lamahora – Lewoleba
o dekat pelabuhan Lewoleba banyak warung-warung makanan Jawa

Comments
  1. Hohoho…. mantappppp…. detail sekali. Kapan ya bisa ke Lembata. #envy

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s